Latest News

Minggu, 19 November 2017

Mengenal Cara Pembuatan Batik Indonesia



Serius Membatik
Anisa AE  -  Batik, siapa yang tak mengenal benda tersebut? Selembar kain panjang yang digunakan untuk membuat baju resmi atau santai, juga yang paling penting, batik adalah produk asli Indonesia, khususnya Jawa. Jangan berkata orang Jawa jika tak punya baju batik.

Sayangnya pembuatan batik saat ini banyak yang tidak dengan cara tradisional. Ada mesin pembuat batik yang batiknya pun dengan harga terjangkau. Berbeda dengan batik asli yang harganya ratussn ribu rupiah.

Nah, kemarin kebetulan saya diajak untuk ikut belajar membatik di Kelurahan Kepanjen. Awalnya ragu, apa bisa? Tapi ternyata membatik cukup menyenangkan. Seperti melukis, tapi menggunakan canting.

Krtua Kopja, Ibu Dri, dan Pak Lurah Kepanjen
Acara yang diadakan oleh Pokja II ini berlangsung selama beberapa hari dengan pembagian wilayah per RW. Kebetulan saya mendapat giliran di hari pertama. Dimulai dari pembukaan dan sambutan oleh Ketua Pokja II yang ternyata kepsek di PAUD-nya Asma, Bu Hajah Sri Nafisah (pemilik toko Dewi Sri), serta Pak Lurah Kepanjen.

Bu Sri menjelaskan bahwa suatu saat, batik akan menjadi ikon Kota Kepanjen. Apa ciri khas Kepanjen? Buah markisa. Ya, batik Kepanjen adalah motif buah markisa. Diharapkan tiap warga Kepanjen menanam pohon markisa yang punya banyak manfaat.

Pak Lurah juga mengharapkan agar para peserta yang ikut dalam acara ini, kelak bisa menjadikan kerajinan membatik sebagai mata pencaharian. Sehingga wanita tak lagi dianggap remeh karena sudah bisa mandiri.

Peralatan Membatik
Setelah sambutan, para peserta langsung mendapat kompor, wajan, dan malam untuk 4 orang, canting, contoh gambar, kain putih untuk membatik, dan pensil untuk masing-masing peserta. Eh, bukan diberikan secara gratis, tapi dipinjamkan saja. Karena akan ada beberapa RW lagi yang menggunakan untuk latihan.

Saya satu kelompok dengan Mbak Sri dan Mas Agus Fanani (satu-satunya peserta laki-laki), tetangga dekat rumah, masih satu rw juga. Ternyata di sana juga ada Bunda Tutik dan Bunda Getha, wali kelas Asma di PAUD.





Bagaimana cara membatik?

Pertama, kompor dinyalakan. Diharapkan memakai kompor kecil yang menggunakan minyak tanah. Lalu, malam dipanaskan sampai benar-benar meleleh dan menjadi encer. Sambil menunggu malam encer, ke tahap kedua. (Baca selengkapnya)

Ingin Bergabung?

Anda bisa bergabung bersama kami dengan mengirimkan informasi dan foto ke email ae.anisa@gmail.com dengan subjek : Kepanjen Kita. NO SARA dan bisa dipertanggungjawabkan oleh pengirim.

Ingin menjadi penulis blog? Bisa hubungi di WA : 085103414877