Belajar dari Kasus Pengantin Kabur, Tips Atur Nikah 'Low Budget'


Hai Sobat, pasti sudah dengar kasus pengantin kabur yang beberapa kali terjadi, salah satunya yang dialami oleh wanita asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Wanita berinisial RD ini ditinggal pasangannya saat pernikahan, video RD berdiri di pelaminan tanpa didampingi pengantin pria itu viral. Awalnya tak ada yang tahu keberadaan pengantin pria karena kabur, lalu muncul dengan membuat pengakuan setelah video RD viral.

Gandi dan Ranting, itulah nama pengantin yang gagal menikah dan menjadi viral. Pengantin pria bernama Gandi mengaku, jika ia melarikan diri karena masalah menjelang pernikahan seperti biaya hiburan musik dan make up. Alih-alih tak sanggup dengan biaya pernikahan, Gandi memilih kabur dengan uang Rp 1,5 juta yang didapatkannya dari menggadaikan motor, ia kabur ke Kalimantan untuk merantau guna menutup biaya pernikahan. Mulanya, uang ini ingin digunakannya untuk membayar biaya hiburan musik.

Baca juga :  Bulan Madu Budget 3 Jutaan ke Nusa Penida, Bali

Nah, lho bingung dengan biayanya, tetapi tidak jadi menikah rugi besar pastinya. Tak hanya menjadi kekecewaan dan membuat malu keluarga, tetapi akan menyulitkan diri sendiri jika biaya pernikahan yang tak terbilang sedikit harus dibayar. Ya, seringkali saat akan menikah pengantin akan merelakan barang berharga agar keinginannya menikah terwujud. Walaupun begitu, Sobat tidak bisa memaksakan diri jika mempunyai latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Biaya menjadi masalah yang sulit, oleh karena itu perlu menyiapkan pernikahan versi hemat atau low budget. Yuk, simak tips pernikahan low budget!

1. Berani berkonsultasi

Buat Sobat, yang ingin pernikahan tetap berjalan dengan low budget sebaiknya saling terbuka untuk mengungkapkan kesulitan dan mendiskusikannya. Jika membutuhkan bantuan pihak luar, Sobat bisa berkonsultasi dengan wedding planner. Sehingga, masalah yang dialami bisa dipahami. Wedding planner sendiri mewujudkan keinginan calon pengantin, termasuk kebutuhan dan anggaran pernikahannya. Selain itu, Sobat juga bisa mencari vendor yang sesuai dengan budget, inilah trik untuk menghemat budget kembali lagi ke calon pengantin. Sobat bisa mencari referensi tentang berbagai vendor acara pernikahan, banyak vendor yang mempunyai kualitas bagus, tapi low budget.

2. Menetapkan standar anggaran

Hal yang penting untuk calon pengantin adalah menentukan standar anggaran sebelum menikah agar tidak terjadi overbudget. Dengan standar anggaran, Sobat bisa memilih vendor yang diinginkan, misalnya menginginkan satu vendor untuk MUA. Yap, imbangi vendor lain yang masih bisa ditawar, setidaknya bisa disesuaikan dengan budget agar tidak terjadi overbudget. Selain itu, Sobat juga perlu menyesuaikan jumlah tamu undangan dengan anggaran yang juga menjadi cara efektif untuk mencegah overbudget.

Baca juga : Keuntungan Nikah Muda

3. Tentukan MUA

Seperti permasalahan Gandi yang memilih kabur karena biaya make up, Sobat disarankan untuk memastikan siapa MUA atau make up artist-nya. Sebab, kebutuhan satu ini membutuhkan biaya tidak sedikit dan bisa dikenai biaya tambahan jika riasan dilakukan di luar paket. Tak jarang, calon pengantin mengeluhkan mahalnya biaya MUA, tetapi ini hal lumrah karena untuk mendapatkan hasil riasan yang tahan lama dan tidak retak selama berlangsungnya acara perlu memakai make up yang bagus dan dilakukan dengan teknik yang benar.

4. Memangkas acara

Mahalnya biaya pernikahan bisa disebabkan oleh banyaknya acara, misalnya calon pengantin ingin prosesi adat Jawa. Walaupun ini merupakan dari budaya, ada baiknya dilompati saja untuk bisa menghemat biaya. Seperti yang kita ketahui, adat Jawa mempunyai banyak prosesi, sehari sebelum akad biasanya akan ada acara siraman, midodareni, dan lain-lain. Setelah akad pun biasanya ada resepsi dan prosesi seperti sungkeman, panggih, tukar kembang mayang, dan lainnya.

Nah, itulah tips buat Sobat Kepanjen Kita yang akan menikah, jika memang tidak mampu ada baiknya saling terbuka, nih. Daripada kabur, biaya yang lain sudah dibayarkan, tetapi tidak jadi menikah pastinya akan merugi. Jadi, Sobat lebih milih yang low budget atau overbudget buat pernikahan? Eh, nikah di KUA aja deh murah meriah, upss!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar dari Kasus Pengantin Kabur, Tips Atur Nikah 'Low Budget'"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke web ini. Ditunggu kedatangannya di Kota Kepanjen.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.