Latest News

CINTA
KISAH

LIFESTYLE

KULINER

PROFIL

RENUNGAN

Recent Posts

Rabu, 17 Januari 2018

10 Tips Aman Berkendara Bersama Balita


Anisa AE - Sepeda motor bukan hal baru lagi di Indonesia, apalagi dengan kondisi yang sangat mudah untuk mendapatkan kredit motor. Makin mudah ketika tak perlu mengantri ataupun menunggu angkot, apalagi berdesakan dengan penumpang lain.
Namun itu tidak menjamin bahwa pengendara motor akan aman dari bahaya yang bisa mengancam setiap saat. Apalagi untuk seorang ibu yang berkendara sendiri bersama balitanya. Ada rasa was-was tersendiri dalam hal keamanannya, walaupun sang ibu merasa telah ahli mengendarai motor.
Saya termasuk di antara para ibu yang merasa was-was. Apalagi Asma tidak bisa diam jika naik motor, ada saja tingkahnya. Masih mending jika naik motor bersama suami, saya bisa menjaganya. Namun jika hanya berdua, rasanya tetap luar biasa.
Namun, saya akan merasa aman jika telah mempersiapkan banyak hal sebelum pergi bersamanya. Setidaknya mengurangi was-was.
Ini beberapa yang saya lakukan :
1. Pakaian
Kami selalu memilih pakaian yang nyaman untuk berkendara. Ini untuk mengurangi rasa gerah saat berkendara.
2. Tas
Siapkan tas beserta isinya yang wajib dibawa. Misalnya saja STNK, SIM, KTP, ATM, dan uang tunai. Saya juga menyiapkan camilan, minyak kayu putih, kantong kresek, dan permen. Kantong kresek bisa digunakan sewaktu-waktu. Misalnya saja untuk mengumpulkan sampah dari camilan.
3. Jas hujan
Musim hujan tak boleh lepas dari jas hujan. Saya menyiapkan 2 jas dengan ukuran berbeda untuk kami. Jas hujan pun selalu siap sedia di dalam jok. Namun tak ada salahnya mengecek apakah has hujan masih berada di tempatnya.
4. Makan
Terlihat sepele, tapi ini yang selalu saya lakukan sebelum kami pergi. Karena rasa lapar akan mempengaruhi stamina dan konsentrasi dalam mengendarai motor. Saya dan Asma biasa makan bersama sebelum mulai berangkat. Jangan sampai dia pum merasa kelaparan di dalam perjalanan.

5. Jaket
Saya membiasakan diri memakai jaket ketika naik motor. Selain tidak membuat pengendara kedinginan, juga bisa mencegah sakit. Angin kencang bisa membuat masuk angin.
6. Kaos kaki
Walau hanya memakai sandal, kaos kaki tetap wajib karena kaki saya adalah yang paling rentan pada dingin.  Harga mulai 5-15 ribu.
7. Masker
Ini seperti menjadi hal wajib sebelum mengendarai motor. Selain mengurangi bau yang tidak sedap, juga mengurangi polusi udara dari asap knalpot yang masuk melalui hidung. Harga mulai dari 5-15 ribu
8. Sarung tangan
Karena tangan saya mudah berkeringat, sarung tangan menjadi hal wajib juga. Yup, lagi-lagi agar saya pun tidak merasa kedinginan. Harganya pun terjangkau. Mulai dari 10-20 ribu.
9. Sabuk gonceng
Ini wajib banget. Dengan memakai sabuk gonceng,  rasanya makin aman mengendarai motor. Tidak takut ketika tiba-tiba saja si kecil merasa mengantuk dan tertidur ketika dalam perjalanan. Apalagi jika memakai sabuk gonceng dengan ketat dan sesuai prosedur. Untuk keamanan berkendara, banyak yang memproduksi sabuk gonceng. Harga 70-150 ribu.
10. Helm
Ini adalah hal terakhir yang saya pakai ketika akan mengendara. Kami selalu memakai helm untuk keamanan. Pastinya selain karena mematuhi peraturan lalu lintas, kepala kami juga tak akan kepanasan dan kaca depan melindungi mata dari binatang terbang. Saya selalu memastikan bahwa helm anak yang dia pakai pas di kepalanya. (Baca selengkapnya)

Selasa, 16 Januari 2018

Gamis Cantik untuk Ibu Hamil dan Menyusui


gamis gratis
Sebagai seorang ibu yang sedang hamil, tak bisa sembarangan memilih baju. Apalagi ketika harus menghadiri sebuah acara formal. Semua harus serba nyaman, tak boleh gerah ataupun sulit bergerak. Tak terkecuali saya.

Saya harus memilih baju yang dirasa nyaman untuk kegiatan di luar rumah. Kalau di dalam rumah sih biasanya hanya kaos dan celana, itu pun rasanya gerah. Tapi kalau di luar rumah harus lebih selektif, tidak mungkin langsung ganti baju ataupun membawa baju ganti. Biasanya kalau acara luar rumah yang resmi, saya memakai gamis. Itu pun harus memakai celana panjang untuk dalaman dan kerudung yang lumayan lebar.
Sempat bingung juga ketika memilih baju, hampir semua sudah pernah dipakai. Sampai oleh teman-teman dikatakan tidak punya baju ganti, lucu juga sih karena saya hanya punya 6 gamis yang dipakai secara bergantian. Itu pun 3 buah gantiin punya teman, yang 1 dikasih, 2 beli baru. Hehehe. Jadi kebayang saat saya menghadiri acara dengan orang yang sama dalam sebulan, maka bajunya itu-itu saja.

Pernah kepikiran juga untuk membeli gamis baru, tapi sayang duit. Harga gamis baru sama dengan uang SPP Asma sebulan. Nyari gamis bekas pun susah, apalagi yang cocok buat ibu hamil seperti saya. Maunya yang adem dan nyaman dipakai. Terlalu pilih-pilih.
Kemarin saya sempat lihat-lihat baju jualannya Mbak Weni Lestari pas arisan, di sana ada baju yang bikin saya kesemsem. Baju buat bumil dengan bahan spandek tebal yang adem, bergo yang panjang sampai ke perut, dilengkapi dengan bros cantik. Warnanya tosca dengan motif polkadot yang cantik. 
Tapi pas lihat harganya, mikir lagi. Sepertinya kapan-kapan aja deh kalau pas dapat arisan.

Baju dengan motif yang lain juga banyak, sayangnya bukan untuk bumil. Ada yang terusan pendek, terusan panjang, dan model lain. Tapi memang bagus-bagus sih, apalagi buat wanita yang badannya langsing. Bukan yang langsong seperti saya, hahahah. Soal harga juga terjangkau, mulai dari 50 ribuan. (Baca selengkapnya)

Senin, 15 Januari 2018

Gamis Cantik untuk Ibu Hamil dan Menyusui



gamis gratis

Sebagai seorang ibu yang sedang hamil, tak bisa sembarangan memilih baju. Apalagi ketika harus menghadiri sebuah acara formal. Semua harus serba nyaman, tak boleh gerah ataupun sulit bergerak. Tak terkecuali saya.





Saya harus memilih baju yang dirasa nyaman untuk kegiatan di luar rumah. Kalau di dalam rumah sih biasanya hanya kaos dan celana, itu pun rasanya gerah. Tapi kalau di luar rumah harus lebih selektif, tidak mungkin langsung ganti baju ataupun membawa baju ganti. Biasanya kalau acara luar rumah yang resmi, saya memakai gamis. Itu pun harus memakai celana panjang untuk dalaman dan kerudung yang lumayan lebar.


Sempat bingung juga ketika memilih baju, hampir semua sudah pernah dipakai. Sampai oleh teman-teman dikatakan tidak punya baju ganti, lucu juga sih karena saya hanya punya 6 gamis yang dipakai secara bergantian. Itu pun 3 buah gantiin punya teman, yang 1 dikasih, 2 beli baru. Hehehe. Jadi kebayang saat saya menghadiri acara dengan orang yang sama dalam sebulan, maka bajunya itu-itu saja.





Pernah kepikiran juga untuk membeli gamis baru, tapi sayang duit. Harga gamis baru sama dengan uang SPP Asma sebulan. Nyari gamis bekas pun susah, apalagi yang cocok buat ibu hamil seperti saya. Maunya yang adem dan nyaman dipakai. Terlalu pilih-pilih.


Kemarin saya sempat lihat-lihat baju jualannya Mbak Weni Lestari pas arisan, di sana ada baju yang bikin saya kesemsem. Baju buat bumil dengan bahan spandek tebal yang adem, bergo yang panjang sampai ke perut, dilengkapi dengan bros cantik. Warnanya tosca dengan motif polkadot yang cantik. 

Tapi pas lihat harganya, mikir lagi. Sepertinya kapan-kapan aja deh kalau pas dapat arisan. (Baca selengkapnya)



Minggu, 14 Januari 2018

Resensi Novel 'PULANG' karya Tere Liye



Novel Pulang karya Tere Liye
Sumber - Republika Penerbit

Pulang, sebuah buku baru karya Tere Liye setelah novel-novel fenomenal lainnya yang besf seller, sampai dijadikan film layar lebar.

Siapa yang tak kenal Tere Liye? Seorang penulis novel "Hafalan Shalat Delisa" dan "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin". Bahkan saya sendiri pernah tertipu dengan membeli bukunya yang bajakan. Sedih, tapi inilah dilema tinggal di kota yang toko buku besarnya belum ada. Mau beli buku saja harus ke kota yang lamanya 1 jam perjalanan.

Baca Juga: Cara Mengenali buku bajakan


Novel karya Tere Liye selalu menarik minat pembaca, tak terkecuali novel ini.

Dimulai dari desain cover yang ciamik. Seolah pembaca diajak untuk mengintip dan masuk ke dalam ceritanya. Sobekan kertas dan matahari yang ada di baliknya seolah ingin segera dikuak. Tak mustahil jika buku ini mempunyai daya tarik tersendiri ketika berada di rak toko buku. Di tambah nama penulis yang memang sudah sangat familiar.

Buku yang mempunyai tebal 400 halaman ini tak berasa berat di tangan karena hanya 300 gram. Pun tidak membuat mata cepat lelah saat membacanya karena isinya dari kertas yang ringan dan 'adem' saat mata melihatnya. Apalagi ditambah dengan layout yang rapi.

Halaman pembuka dalam novel ini tidak membosankan. Pembaca diajak berpetualang ke dalam hutan dengan suasana yang begitu mencekam. Ditambah dengan pertarungan antara Bujang -tokoh utama- dengan babi yang amat besar. Saat itu, Bujang memang sedang bersama rombongan Tueke Muda untuk memburu babi hutan.

Setelah pertarungan itu, Bujang sama sekali tak punya rasa takut lagi. Jika manusia punya lima emosi (takut, jijik, sedih, bahagia, dan kemarahan), dia hanya punya empat.





“Aku tidak takut. Jika setiap manusia memiliki lima emosi, yaitu bahagia, sedih, takut, jijik, dan kemarahan, aku hanya memiliki empat emosi. Aku tidak punya rasa takut.” Begitulah ucapan Bujang dalam pembuka novel ini.

Diceritakan bahwa awalnya Bujang tidak diperbolehkan ikut Tauke Muda yang berasal dari keluarga Tong oleh mamaknya, tapi karena bujukan sang bapak, mamak pun mengizinkan.

Bujang berubah menjadi sosok yang luar biasa, apalagi dengan didikan dari keluarga Tong yang memiliki bisnis shadow economy. Saya yang tak mengerti apa itu, bisa lebih paham setelah membaca penjelasan yang ditulis oleh Tere Liye.  

“Shadow economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja. Oleh karena itu orang juga menyebutnya black market, underground economy. Kita tidak sedang bicara tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, atau prostitusi, judi dan sebagainya. Itu adalah masa lalu shadow economy , ketika mereka menjadi kecoa hitam dan menjijikan dalam sistem ekonomi dunia. Hari ini, kita bicara tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai, yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Kami tidak dikenal oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tak diliput media massa …."

Alur maju-mundur di dalam novel ini membuat penasaran makin menjadi. Kembali ke masa di mana Bujang mempunyai banyak teman baru. Mengenal orang-orang baru dan beranggapan bahwa Bujang akan dijadikan tukang pukul seperti bapaknya. (Baca selengkapnya)



Sabtu, 13 Januari 2018

Bukan Salah Kerudungnya




Anisa AE - Malam ini FB Komunitas Peduli Malang ASLI Malang ramai tentang satu postingan. Bukan, bukan karena AREMA yang bermain di Sleman, tapi karena sebuah foto yang diunggah oleh Mas Agung T. Wahyudi. (Saya pilih foto yang paling tidak jelas karena ada banyak foto yang jelas menunjukkan wajah mereka)

Bisa dilihat foto apa itu. Ini adalah hasil screnshot yang saya dapatkan dari grup tersebut. Miris memang. Di sore hari yang masih sangat terang, terlihat dua orang yang sedang berciuman di taman balaikota. Taman yang letaknya tepat di depan Balaikota Malang. Jika dari Stasiun Kota Baru Malang sudah terlihat tugu yang menjadi kebanggaan Kota Malang tersebut.

Semakin trenyuh ketika melihat komentar-komentar di bawahnya. Tak bisakah sedikit empati dengan hanya menyalahkan sifatnya? Bukan kerudung yang menjadi masalahnya. Apalagi sampai komentar yang tak pantas memakai kerudung dan suruh telanjang saja. Astagfirullah. Apakah para komentator ini merasa lebih alim dan merasa lebih baik dari para pelaku? Sampai-sampai menyuruh sang wanita telajang saja daripada berciuman di sana?







Dengan diunggahnya foto ini di sosmed, itu sudah membuat mental mereka down. Bahkan bisa jadi mempermalukan seumur hidup. Lantas, masihkah kita tambah dengan hinaan? Masihkah kita tambah dengan perkataan yang menjatuhkan mereka dengan kasar?

Kelakuan mereka yang sangat jauh dari kaidah Islam, jangan disangkutpautkan dengan kerudung. Jelas kerudung dan sifat manusia itu berbeda. Memakai kerudung adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap wanita seperti yang tertera di dalam Al-Quran, sedangkan sifat adalah bawaan dari masing-masing manusia.






Jika ada seorang kyai yang mencabuli muridnya, apakah kita lantas menyalahkan agamanya? Menyalahkan Islam? Seperti itu pula pada kasus ini. Kita tak bisa menyalahkan kerudungnya, karena yang salah adalah perbuatannya. Tak ada hubungannya dengan kerudung yang termasuk dalam kategori wajib dipakai. Apa lantas jika yang berciuman seorang wanita tanpa berkerudung di tempat umum, kita biasa saja, menganggap semuanya wajar?  (Baca selengkapnya)




Jumat, 12 Januari 2018

Gaji Penulis Artikel





Anisa AE - Saat ini, penulis artikel tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai pekerjaan. Mulai banyak bermunculan para penulis yang menggantungkan hidup pada artikel yang mereka buat. Bahkan, bermunculan pula agensi artikel. Wow, luar biasa.

Nah, kemarin malam saya melakukan survei kepada teman-teman yang sering mendapatkan job menulis artikel. Berapa aja sih fee yang mereka dapatkan untuk menulis artikel dengan minimal 300 kata? Saya kan penasaran juga.

Ternyata untuk sebuah artikel, fee juga bermacam-macam. Mulai dari seribu rupiah sampai ratusan ribu. Kok bisa sih? Apa yang membedakan?

1. Seribuan
Kok saya tulis seribuan? Iya, soalnya lebih murah dari bayar tukang parkir. Saya pun kaget ketika ada yang cerita soal ini. Tapi banyak juga kok yang mau menulis dengan fee segini. Ya, kebanyakan pelajar dan mereka tidak ada pilihan lain untuk menolak. Ketika saya minta link, ternyata artikel tersebut kebanyakan copas dan tidak ditulia ulang. Hm, kebayang kan? Resiko juga sih.

Ada yang bayar segini? Ada kok. Malah beberapa teman saya menggunakan para pelajar untuk menulis artikel di webnya. Tentu saja semuanya diawali dengan perjanjian dulu. Hitungannya, semakin banyak yang ditulis, maka semakin banyak pula gajinya. Lha? Kan emang iya. ^^

2. 3-5 ribu
Untuk penulis di kategori ini ada banyak sekali. Salah satunya adalah teman yang sering curhat ke saya. Eh, saya juga biasa pakai harga ini jika membeli artikel. Tergantung artikelnya juga sih. Biasanya saya tanya dulu dia biasa dibayar berapa trus saya naikin dikit.  (Baca selengkapnya)


Ingin Bergabung?

Anda bisa bergabung bersama kami dengan mengirimkan informasi dan foto ke email ae.anisa@gmail.com dengan subjek : Kepanjen Kita. NO SARA dan bisa dipertanggungjawabkan oleh pengirim.

Ingin menjadi penulis blog? Bisa hubungi di WA : 085103414877