Latest News

Selasa, 12 Desember 2017

Indie itu Membantu, Bukan Membunuh




Anisa AE - Beberapa hari ini memang saya berencana untuk membuat perkumpulan penerbit indie, apalagi dengan banyak kasus yang ada. Namun, semua sirna tatkala banyak pula penerbit penggagas yang ternyata bermasalah dengan para penulis.

Well, seminggu ini saya berkali-kali di-SMS dan telepon oleh seorang rekan penulis yang bingung pada penerbit indie. Sebenarnya ada apa dengan indie itu sendiri? Kenapa penulis malah dipersulit ketika akan pindah ke penerbitnya sendiri?

Ah, lagi-lagi inilah masalah inti dari arti indie sendiri.

Pertanyaannyauntuk apa indie menahan naskah penulis yang malah akan diterbitkan di penerbitnya sendiri?

Nah, penulis memberikan naskah kepada penerbit indie yang rencananya akan dicetak bulan depan. Naskah ini melalui seleksi yang sangat ketat untuk mendapatkan terbit gratis yang diadakan oleh indie. Namun, penulis tiba-tiba mendapat tawaran dari penerbit lain untuk menerbitkan naskah di sana tanpa keluar biaya dan pasti dapat royalti lebih besar dari indie.




Masalahnya, naskah penulis tidak bisa diambil. Pertama karena itu adalah aturan dari PNRI (katanya) yang harus diambil lagi setelah 6 bulan. Well, saya tidak tahu kalau ada aturan seperti ini. Karena biasa menerbitkan buku orang dan membebaskan mereka jika ingin memindah buku pada penerbit lain. Itu hak penulis sebagai pemilik naskah dan sudah tertulis dalam pasal 5 MOU antara penulis dan penerbit pada AE Publishing.

Penulis pun berjanji akan tetap membeli 10 eks buku terbit sesuai perjanjianwalau tidak ada hitam di atas putih. Namun, mengambil naskahnya kembali untuk dioper ke penerbit lain. Well, menurut saya, itu sudah sesuai prosedur. Pertama, tidak ada hitam di atas putih. Kedua, penulis akan melakukan kewajibannya untuk membeli buku terbit. Hak dan kewajiban di sini sudah sangat jelas dan semua telah terpenuhi. 

Sayangnya, penulis di sini seperti tidak menghargai bagaimana lelahnya menyeleksi puluhan buku, oke. Ini lebih dari seratus halaman, bukan cerpen. Setelah buku akan cetak, tiba-tiba menarik naskah, padahal belum satu bulan. 

Penerbit gregetan? Tentu saja. Ini bukan menerbitkan naskah secara berbayar, namun menerbitkan naskah lewat audisi dan buku sudah siap terbit. Kesalahan penulis adalah tidak bisa memahami penerbit tersebut. Mungkin memang akan diambil, tapi tunggulah buku terbit dulu barang satu atau dua bulan. (Baca selengkapnya)


Ingin Bergabung?

Anda bisa bergabung bersama kami dengan mengirimkan informasi dan foto ke email ae.anisa@gmail.com dengan subjek : Kepanjen Kita. NO SARA dan bisa dipertanggungjawabkan oleh pengirim.

Ingin menjadi penulis blog? Bisa hubungi di WA : 085103414877