Warung Nayamul Jalibar - Kepanjen

Warung Mentog Pedas Jalibar

Setiap kali pulang kampung ke Blitar kami selalu melewati Jalibar (Jalur Lintas Barat)yang menghubungkan Kota Kepanjen dengan Kecamatan Ngajum. Jalibar melintasi dua desa yaitu Desa Talangagung dan Desa Ngadilangkung. Jalan pintas ini dibangun Pemkab Malang untuk mengurangi kemacetan di Kota Kepanjen yang sering terjadi terutama saat weekend dimana banyak pendatang di Kota Malang pulang ke daerah asalnya di Kepanjen, Blitar dan sekitarnya.
Saat awal dibuka dulu Jalibar masih sepi, apalagi menjelang petang tidak banyak orang yang berani melewatinya karena kondisinya yang masih gelap sehingga rawan kriminalitas. Seiring berjalannya waktu Jalibar mulai ramai, apalagi setelah Pemkab memperbaiki kondisi jalan dan memberi lampu jalan makin banyak orang yang lewat Jalibar meski di malam hari. Lalu mulai bermunculan warung-warung mulai dari yang kecil dan sederhana hingga yang besar. Kehadiran warung-warung itu membantu para pemudik yang ingin beristirahat dan mengisi perut di tengah perjalanan.

Di antara warung-warung itu ada satu yang paling menarik perhatian yaitu Warung Nayamul. Dalam bahasa walikan Malang, kata Nayamul artinya Lumayan.  Yang unik dari Warung Nayamul adalah bangunannya yang etnik yaitu perpaduan batu bata dan bambu. Fasilitasnya juga lengkap, ada musholla, toilet dan gazebo untuk beristirahat. Setiap kali melintasi Warung Nayamul nampak mobil-mobil yang berderet rapi di depannya, memberi kesan bahwa warung tersebut diperuntukkan bagi yang berkocek tebal. Kami pun jadi berpikir ulang untuk mampir di Warung Nayamul tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Warung Nayamul Jalibar - Kepanjen"

  1. Hehehe, jadi kangen pulkam nang Ngalam ^^

    BalasHapus
  2. Kalau lewat bisa mampir nih.....

    BalasHapus
  3. Desa Talangagung ... beda lagi itu yah dengan Tulungagung?

    Jadi ingat kawan saya semasa SMA. Dia kuliah di Malang. Kami dulu biasa surat2an. Dia menulis nama kota dengan "NGALAM" ... hihi kirain itu iseng2nya dia saja .. ternyata ada istilah bahasa Malang walikan itu ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda mbak say :D. Xixixi, iya, di Malang semua diwalik.

      Hapus
  4. Sudah mulai nebak.kalau baca dr belakang, hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung ke web ini. Ditunggu kedatangannya di Kota Kepanjen.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.